Desa Wisata Kajii Gilangharjo Jadi Lokasi Sosialisasi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan

03 Juli 2026
Administrator
Dibaca 7 Kali
Desa Wisata Kajii Gilangharjo Jadi Lokasi Sosialisasi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan

 

Gilangharjo – Desa Wisata Kajii yang berada di Padukuhan Kadisoro, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sosialisasi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah DIY dalam mendorong pengembangan destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Andriana Wulandari, S.E., S.IP., Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, jajaran Dinas Pariwisata DIY, pemerintah kalurahan, pengelola Desa Wisata Kajii, serta turut mengundang para pengelola destinasi wisata dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantul. Kehadiran para pelaku wisata ini diharapkan menjadi wadah untuk saling bertukar pengalaman, membangun jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas dalam mengelola destinasi wisata yang berdaya saing.

Dalam sambutannya, Andriana Wulandari menegaskan bahwa sektor pariwisata harus menjadi salah satu poros utama penggerak perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki setiap daerah akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

"Pariwisata harus menjadi salah satu poros penggerak ekonomi di DIY. Oleh karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan agar mampu meningkatkan profesionalitas para pengelola destinasi wisata. Dengan pengelolaan yang baik dan pelayanan yang ramah, nyaman, serta berkualitas kepada wisatawan, maka daya saing destinasi wisata kita juga akan semakin meningkat," ungkapnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber yang memiliki pengalaman panjang di bidang pengembangan pariwisata. Nina Noviastuti, S.P., M.Sc., seorang praktisi pariwisata yang selama ini aktif menjadi narasumber berbagai kegiatan bimbingan teknis bersama Dinas Pariwisata DIY maupun organisasi kepariwisataan seperti Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, memaparkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan destinasi wisata. Ia menekankan bahwa pelayanan prima, kemampuan membaca kebutuhan wisatawan, serta inovasi dalam penyusunan paket wisata menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.

Perspektif akademis turut disampaikan oleh Esti Cemporaningsih S.T., M.Si., peneliti dari Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (PUSPAR UGM). Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pembangunan destinasi wisata berkelanjutan harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, pelindungan budaya lokal, serta pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata. Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar dan keberlanjutan sumber daya yang dimiliki.

Sementara itu, narasumber dari Forum Pariwisata DIY, Muhammad Gema Ramadan, S.I.P., mengajak para pengelola destinasi untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku wisata. Ia menyampaikan bahwa tantangan pariwisata saat ini tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan akademisi. Melalui kolaborasi tersebut, promosi destinasi akan semakin kuat, kualitas pelayanan meningkat, serta mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan pengelolaan destinasi wisata di tingkat lokal. Para peserta juga berbagi pengalaman mengenai strategi pengembangan desa wisata, pemasaran digital, pengelolaan kelembagaan, hingga upaya menjaga kelestarian budaya dan lingkungan sebagai daya tarik utama wisata.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir pengelola-pengelola destinasi wisata yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata, serta mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi wisatawan. Dengan demikian, sektor pariwisata di Kabupaten Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat terus tumbuh sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat setempat.