Babinsa Gilangharjo Membersamai Survei Penilaian Kerentanan Bangunan di Wilayah Gilangharjo
GILANGHARJO – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi terus dilakukan melalui kegiatan penilaian awal kerentanan bangunan. Di wilayah Kalurahan Gilangharjo, kegiatan survei lapangan turut mendapat pendampingan dari Babinsa Gilangharjo sebagai bagian dari dukungan unsur kewilayahan terhadap kegiatan mitigasi bencana.
Survei penilaian awal kerentanan bangunan tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD Kabupaten Bantul dengan menyasar bangunan rumah warga di 17 Kapanewon di Kabupaten Bantul. Secara keseluruhan, penilaian dilakukan terhadap sekitar 1.000 bangunan satu lantai milik masyarakat.
Kegiatan lapangan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 September 2026. Sebelumnya, para enumerator telah mendapatkan pembekalan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Awal Kerentanan Bangunan yang berlangsung pada 8–10 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Dalam pelaksanaan survei di Gilangharjo, enumerator melakukan pendataan secara langsung terhadap bangunan rumah warga yang telah ditentukan sebagai objek penilaian. Proses tersebut dilakukan melalui pengamatan visual terhadap kondisi bangunan serta wawancara dengan pemilik atau penghuni rumah.
Kehadiran Babinsa Gilangharjo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan dan pendampingan di wilayah selama proses survei berlangsung. Sebagai unsur kewilayahan, Babinsa turut membersamai pelaksanaan kegiatan sehingga proses pendataan dapat berjalan dengan baik dan komunikasi dengan masyarakat dapat berlangsung secara kondusif.
Selain Babinsa, proses survei juga melibatkan unsur relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), mahasiswa Teknik Sipil UMY, serta personel BPBD Kabupaten Bantul. Setiap perwakilan FPRB dalam pelaksanaan lapangan didampingi oleh satu mahasiswa Teknik Sipil UMY dan satu personel BPBD Bantul.
Untuk wilayah Kapanewon Pandak, salah satu perwakilan FPRB yang terlibat adalah Gilang Priyambodo, Ketua FPRB Kalurahan Gilangharjo. Gilang mengikuti rangkaian bimtek dan selanjutnya turut terlibat dalam proses survei penilaian awal kerentanan bangunan di wilayah Kapanewon Pandak, termasuk di Kalurahan Gilangharjo.
Kolaborasi antara FPRB, mahasiswa, BPBD, dan unsur kewilayahan tersebut menunjukkan bahwa upaya mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur di tingkat masyarakat. Kehadiran relawan dan unsur kewilayahan juga membantu membangun komunikasi dengan warga yang menjadi bagian dari proses pendataan.
Dalam kegiatan survei, data hasil pengamatan dan wawancara dicatat menggunakan aplikasi Survey123. Data tersebut nantinya menjadi bagian dari bahan analisis untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi dan kerentanan bangunan rumah tinggal masyarakat.
Penilaian awal ini bukan sekadar pendataan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenali potensi risiko sebelum bencana terjadi. Informasi yang diperoleh dari lapangan diharapkan dapat membantu memberikan gambaran mengenai aspek bangunan yang perlu mendapatkan perhatian dalam rangka pengurangan risiko gempa bumi.
Kegiatan penilaian tersebut melibatkan sekitar 40 enumerator yang berasal dari berbagai unsur, termasuk BPBD Kabupaten Bantul, relawan FPRB, dan mahasiswa UMY. Para enumerator sebelumnya mendapatkan pembekalan teknis agar memiliki pemahaman yang sama mengenai metode pengamatan dan pengumpulan data di lapangan.
Kolaborasi dengan mahasiswa Teknik Sipil UMY juga memberikan pengalaman lapangan dalam menerapkan pengetahuan teknis yang diperoleh selama perkuliahan. Sementara bagi relawan FPRB, kegiatan tersebut menjadi tambahan pengalaman dalam mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
Bagi Kalurahan Gilangharjo, pelaksanaan survei yang didampingi unsur kewilayahan dan melibatkan FPRB menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan di tingkat kalurahan. Pendataan dan pemahaman terhadap kondisi bangunan sejak dini menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko gempa bumi.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, relawan, akademisi, unsur kewilayahan, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana. Setiap unsur memiliki peran masing-masing, mulai dari penyediaan pengetahuan dan metode penilaian, pendataan lapangan, hingga membangun komunikasi dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Gilangharjo diharapkan semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, termasuk memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal. Sementara data yang dikumpulkan melalui survei diharapkan dapat menjadi salah satu bahan dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Bantul.
Kehadiran Babinsa Gilangharjo yang turut membersamai proses survei juga menjadi bentuk dukungan unsur kewilayahan terhadap kegiatan kemanusiaan dan mitigasi bencana. Sinergi di tingkat kalurahan tersebut diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari upaya bersama membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi potensi bencana.