Kontingen Ketoprak Kabupaten Bantul Matangkan Lakon "Gunung Gamping" di Balai Budaya Gilangharjo
Gilangharjo — (2 Agustus 2026) Pendapa Balai Budaya Kalurahan Gilangharjo menjadi pusat kegiatan latihan Kontingen Ketoprak Kabupaten Bantul dalam rangka persiapan menghadapi Festival Ketoprak Antar Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan diselenggarakan pada 7–8 Agustus 2026 di Pura Pakualaman, Yogyakarta. Pada ajang bergengsi tersebut, Kabupaten Bantul akan membawakan lakon berjudul "Gunung Gamping", sebuah kisah yang sarat akan nilai sejarah, budaya, serta kearifan lokal.
Latihan dilaksanakan secara intensif dengan melibatkan seluruh unsur produksi, mulai dari pemain, pengrawit, sutradara, hingga tim artistik. Setiap sesi difokuskan pada pendalaman karakter, penghayatan dialog, penguasaan blocking panggung, harmonisasi iringan karawitan, serta penyempurnaan keseluruhan konsep pertunjukan agar mampu memberikan penampilan terbaik di tingkat provinsi.
Menariknya, seluruh personel yang tergabung dalam Kontingen Ketoprak Kabupaten Bantul merupakan gabungan talenta terbaik dari 17 kapanewon se-Kabupaten Bantul. Para pemain dan pemusik dipilih melalui proses seleksi serta mempertimbangkan kualitas kemampuan seni pertunjukan yang dimiliki masing-masing. Sesuai ketentuan festival, seluruh personel yang terlibat berusia di bawah 35 tahun, baik pemain maupun pengrawit, sehingga menjadi momentum penting dalam mendorong regenerasi seniman ketoprak di Kabupaten Bantul.
Keterlibatan generasi muda ini diharapkan mampu menghadirkan warna baru dalam seni ketoprak tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi ruang pembinaan bagi lahirnya seniman-seniman muda yang nantinya dapat menjadi penerus sekaligus penggerak pelestarian seni tradisional di Bantul.
Sebagai lokasi latihan, Pendapa Balai Budaya Kalurahan Gilangharjo memberikan fasilitas yang representatif untuk mendukung proses kreatif para seniman. Ruang latihan dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat menyatukan konsep artistik, mengasah kualitas akting, menyelaraskan iringan karawitan, serta membangun kekompakan antarpersonel yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantul.
Festival Ketoprak Antar Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan ajang prestisius yang mempertemukan kontingen terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di DIY. Melalui festival ini, pemerintah daerah terus mendorong pelestarian seni pertunjukan tradisional sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat luas.
Selama proses latihan, semangat kolaborasi menjadi kekuatan utama. Meskipun berasal dari 17 kapanewon yang berbeda, para pemain dan pengrawit mampu membangun kekompakan melalui latihan yang konsisten. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menyajikan pementasan yang utuh, komunikatif, dan memiliki kualitas artistik yang tinggi.
Penyelenggaraan latihan di Balai Budaya Kalurahan Gilangharjo juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kalurahan Gilangharjo dalam mendukung pelestarian seni budaya, khususnya seni ketoprak sebagai salah satu warisan budaya adiluhung Jawa. Keberadaan balai budaya diharapkan terus menjadi ruang berkesenian yang produktif bagi para pelaku seni, sekaligus menjadi pusat pembinaan talenta muda di Kabupaten Bantul.
Melalui persiapan yang matang dengan mengusung lakon "Gunung Gamping", Kontingen Ketoprak Kabupaten Bantul optimistis mampu memberikan penampilan terbaik pada Festival Ketoprak Antar Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, keikutsertaan kontingen ini menjadi wujud nyata komitmen Kabupaten Bantul dalam menjaga keberlangsungan seni ketoprak melalui regenerasi seniman muda yang berkualitas, sehingga warisan budaya ini tetap hidup, berkembang, dan dicintai oleh generasi masa depan.