Dewi Kajii Culture Fest 2026 Matangkan Persiapan, Panitia Gelar Rapat Koordinasi Lintas Divisi
Gilangharjo – Panitia Dewi Kajii Culture Fest 2026 terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan festival budaya yang akan digelar di kawasan Desa Wisata KAJII, Padukuhan Kadisoro, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan rapat koordinasi panitia pada Kamis (30/7/2026) malam di Meeting Point Desa Wisata KAJII Kadisoro.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh panitia inti Dewi Kajii Culture Fest (DKCF) #2, jajaran pengelola Desa Wisata KAJII, Dukuh Kadisoro, unsur Satlinmas, Jagawarga, serta tokoh masyarakat Padukuhan Kadisoro. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya sinergi dan komitmen bersama dalam menyukseskan penyelenggaraan festival budaya yang menjadi salah satu agenda unggulan Desa Wisata KAJII.
Rapat koordinasi menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi, memperkuat komunikasi antarbidang, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan Dewi Kajii Culture Fest 2026 dapat berjalan dengan baik, tertib, aman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat maupun para pengunjung.
Ketua Desa Wisata KAJII sekaligus Ketua Dewi Kajii Culture Fest 2026, Muhammad Gema Ramadhan, S.IP., dalam arahannya menyampaikan bahwa rapat tersebut memiliki peran strategis dalam menyempurnakan kesiapan setiap divisi. Seluruh panitia diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal.
Dalam rapat tersebut, masing-masing koordinator divisi memaparkan perkembangan persiapan yang telah dilakukan sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan dan kendala yang masih dihadapi. Pembahasan meliputi kesiapan teknis pelaksanaan acara, pengaturan lokasi kegiatan, penataan area pertunjukan, alur keluar-masuk pengunjung, sistem pengamanan, parkir, kebersihan lingkungan, konsumsi panitia, dokumentasi, publikasi, hingga pengelolaan tamu undangan dan pengisi acara.
Kehadiran Dukuh Kadisoro, Satlinmas, Jagawarga, serta tokoh masyarakat memberikan berbagai masukan terkait kesiapan wilayah, pengaturan lalu lintas lingkungan, keamanan, kenyamanan warga, serta dukungan masyarakat selama festival berlangsung. Sinergi antara panitia dan unsur kewilayahan dinilai menjadi faktor penting agar kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Koordinasi lintas divisi menjadi perhatian utama mengingat Dewi Kajii Culture Fest merupakan agenda budaya yang melibatkan banyak unsur masyarakat. Setiap bidang diharapkan mampu bekerja secara terpadu sehingga tidak terjadi tumpang tindih tugas selama pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi antara panitia inti, pengelola desa wisata, relawan keamanan, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menghadirkan festival yang tertata dan berkesan.
Selain membahas aspek teknis, rapat juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan seluruh panitia. Festival budaya tidak hanya dipandang sebagai sebuah acara seremonial, tetapi juga sebagai bentuk gotong royong masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang dimiliki Padukuhan Kadisoro.
Desa Wisata KAJII sendiri selama beberapa tahun terakhir terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat di Kalurahan Gilangharjo. Berbagai potensi lokal mulai dari seni tradisi, budaya masyarakat, kuliner khas, kerajinan, hingga kekayaan alam terus dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Melalui penyelenggaraan Dewi Kajii Culture Fest 2026, panitia berharap seluruh potensi tersebut dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Festival ini diharapkan menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya lokal sekaligus menjadi sarana promosi destinasi wisata Kadisoro kepada wisatawan dari berbagai daerah.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Desa Wisata KAJII dalam menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Berbagai pertunjukan seni tradisional, kreativitas masyarakat, serta keterlibatan generasi muda diharapkan mampu menunjukkan bahwa budaya dapat terus hidup apabila dirawat dan diwariskan secara bersama-sama.
Tidak hanya berorientasi pada hiburan, Dewi Kajii Culture Fest juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM, pedagang lokal, kelompok seni, komunitas kreatif, serta berbagai unsur masyarakat lainnya akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi selama berlangsungnya festival.
Panitia optimistis bahwa dengan koordinasi yang matang, komunikasi yang intensif, serta dukungan penuh dari panitia inti DKCF #2, pengelola Desa Wisata KAJII, pemerintah padukuhan, Satlinmas, Jagawarga, dan seluruh elemen masyarakat Kadisoro, Dewi Kajii Culture Fest 2026 dapat terselenggara dengan sukses. Keberhasilan festival ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Kadisoro, tetapi juga menjadi salah satu ikon kegiatan budaya di Kalurahan Gilangharjo yang mampu memperkuat identitas desa wisata berbasis kearifan lokal.
Melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan menjelang hari pelaksanaan, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada peserta dan pengunjung. Dengan persiapan yang semakin matang serta semangat gotong royong yang terus terjaga, Dewi Kajii Culture Fest 2026 diharapkan menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat, melestarikan budaya, sekaligus memperkuat posisi Desa Wisata KAJII sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalurahan Gilangharjo.