Pelatihan Kewirausahaan BLKPP DIY di Kalurahan Gilangharjo Resmi Ditutup, Bekali Peserta Menjadi Wirausaha Mandiri
Gilangharjo – Pelatihan Kewirausahaan bagi Angkatan Kerja Baru hasil kerja sama Pemerintah Kalurahan Gilangharjo dengan Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta resmi ditutup pada Kamis (23/7/2026) di Aula Kantor Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Juli 2026, diikuti oleh 23 peserta dari berbagai unsur masyarakat Kalurahan Gilangharjo. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah DIY melalui BLKPP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Salah satu hasil penting dari pelaksanaan pelatihan ini adalah terbentuknya kelompok wirausaha peserta dengan nama “Satriya Keswhari”. Kelompok tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk melanjutkan semangat berwirausaha setelah kegiatan pelatihan selesai, sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama usaha berbasis potensi lokal Kalurahan Gilangharjo.
Nama Satriya Keswhari diharapkan menjadi identitas bersama bagi kelompok usaha yang lahir dari proses pembelajaran selama pelatihan. Melalui kelompok ini, para peserta didorong untuk saling mendukung dalam mengembangkan produk, meningkatkan kualitas produksi, memperluas pemasaran, serta membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai dasar-dasar kewirausahaan, mulai dari membangun pola pikir sebagai pelaku usaha, menyusun perencanaan bisnis, memahami proses produksi, hingga strategi pemasaran yang efektif sesuai perkembangan dunia usaha. Selain materi teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung sehingga mampu memahami proses membangun usaha secara lebih komprehensif.
Pada acara penutupan hadir perwakilan Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY bersama Pemerintah Kalurahan Gilangharjo. Kehadiran kedua pihak menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah kalurahan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.
Dalam sambutannya, perwakilan BLKPP DIY menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan disiplin. Menurutnya, pelatihan kewirausahaan merupakan langkah strategis untuk menyiapkan angkatan kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui usaha mandiri.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan dapat diwujudkan menjadi usaha nyata yang mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha baru, diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat meningkat sekaligus mengurangi angka pengangguran.
Prosesi penutupan pelatihan secara resmi dilakukan oleh Ulu-Ulu Kalurahan Gilangharjo, Fian Widiatmaka, yang mewakili Pemerintah Kalurahan Gilangharjo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada BLKPP DIY atas kepercayaan yang diberikan kepada Kalurahan Gilangharjo sebagai lokasi penyelenggaraan pelatihan sekaligus atas komitmennya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui program pengembangan kewirausahaan.
Fian Widiatmaka menilai pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Menurutnya, kemampuan berwirausaha menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BLKPP DIY yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat Gilangharjo untuk mengikuti pelatihan ini. Semoga ilmu yang diperoleh selama empat hari ini tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan menjadi usaha yang produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun masyarakat," ujar Fian Widiatmaka.
Ia juga mengapresiasi semangat seluruh peserta yang mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan penuh antusias. Menurutnya, keberhasilan sebuah pelatihan tidak hanya diukur dari selesainya kegiatan, tetapi dari sejauh mana peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh menjadi usaha yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Fian berharap kelompok wirausaha Satriya Keswhari dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Gilangharjo dengan memanfaatkan berbagai potensi lokal yang tersedia. Potensi di sektor pertanian, pengolahan pangan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga desa wisata dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang bernilai tambah dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
Selama mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi teori mengenai kewirausahaan, tetapi juga dibekali praktik pengolahan produk pangan sebagai bekal membangun usaha rumahan. Dengan pendampingan instruktur dari BLKPP DIY, peserta berhasil mempraktikkan pembuatan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual, di antaranya rempeyek, aneka sambal, keripik, abon, serta berbagai olahan pangan lainnya.
Seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, pengemasan, hingga perhitungan biaya produksi sederhana diperkenalkan agar peserta memahami tahapan membangun usaha secara menyeluruh. Dalam praktiknya, peserta juga mendapatkan dukungan berupa peralatan produksi yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh kelompok Satriya Keswhari untuk menunjang keberlanjutan usaha, di antaranya kompor, wajan, mesin vacuum, spinner, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Hasil praktik tersebut mendapat apresiasi dari para instruktur maupun tamu undangan yang hadir pada acara penutupan. Beragam produk yang dihasilkan menunjukkan kreativitas, ketelitian, dan kesungguhan peserta dalam mengikuti setiap materi pelatihan. Selain memiliki cita rasa yang baik, produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM apabila dipadukan dengan inovasi kemasan, pemasaran digital, dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai dunia kewirausahaan, mulai dari pentingnya inovasi produk, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi digital. Kehadiran kelompok Satriya Keswhari menjadi harapan baru agar semangat kewirausahaan yang telah dibangun selama pelatihan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menutup kegiatan tersebut, Fian Widiatmaka secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Kewirausahaan Angkatan Kerja Baru Tahun 2026 dan mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, berinovasi, serta membangun jejaring usaha. Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kalurahan Gilangharjo dan BLKPP DIY dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.
Melalui berakhirnya pelatihan ini, Pemerintah Kalurahan Gilangharjo bersama BLKPP DIY berharap seluruh peserta, khususnya kelompok Satriya Keswhari, mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru yang kreatif, inovatif, dan mandiri, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru, meningkatnya produktivitas masyarakat, serta terwujudnya perekonomian Kalurahan Gilangharjo yang semakin maju, tangguh, dan berdaya saing.