Tuti Barat Selatan Wakili Kabupaten Bantul Raih Juara II Tingkat DIY pada Festival Langen Carita di TBY
Yogyakarta, Prestasi membanggakan kembali diraih kontingen Kabupaten Bantul dalam ajang Festival Langen Carita tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026. Melalui kelompok Tuti Barat Selatan yang dipercaya sebagai wakil resmi Kabupaten Bantul, kontingen Bantul berhasil meraih Juara II tingkat provinsi setelah bersaing ketat dengan peserta dari kabupaten dan kota lain di DIY.
Kegiatan festival dilaksanakan pada Sabtu siang, 9 Mei 2026 di Taman Budaya Yogyakarta atau TBY yang menjadi pusat pelaksanaan pertunjukan seni budaya tingkat provinsi tersebut. Ajang ini diikuti berbagai perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di DIY yang menampilkan kemampuan terbaik dalam seni tradisi Langen Carita.
Dalam kompetisi tersebut, perolehan nilai Kabupaten Bantul disebut hanya terpaut tipis dari Kabupaten Gunungkidul yang berhasil menempati posisi juara pertama. Selisih penilaian yang sangat dekat menunjukkan kualitas penampilan Bantul yang dinilai mampu tampil kuat, matang, dan kompetitif di tingkat provinsi.
Tuti Barat Selatan dalam ajang ini bukan sekadar kelompok seni dari Kalurahan Gilangharjo, melainkan menjadi representasi resmi Kabupaten Bantul dalam Festival Langen Carita DIY 2026. Di dalam formasi dan proses kreatifnya, terdapat berbagai potensi seni budaya dari wilayah Gilangharjo yang ikut berkontribusi, baik dari unsur pemain, pendukung artistik, pelatih, hingga keterlibatan pegiat budaya lokal lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur seni dari Gilangharjo menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas pertunjukan yang dibawakan kontingen Bantul. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa potensi budaya di tingkat kalurahan mampu berkembang dan berkontribusi dalam membawa nama besar kabupaten di tingkat yang lebih luas.
Festival Langen Carita sendiri merupakan ajang seni budaya yang mengangkat tradisi tutur, dramatari, sastra lisan, dan ekspresi budaya Jawa dalam bentuk pertunjukan kreatif. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang penting untuk menjaga eksistensi budaya tradisional sekaligus menjadi media regenerasi bagi pelaku seni di Yogyakarta.
Dalam penampilannya di panggung TBY, kontingen Kabupaten Bantul dinilai berhasil menghadirkan pertunjukan yang kuat dari sisi penghayatan cerita, kekompakan pemain, hingga penyajian artistik yang matang. Harmonisasi dialog, tata gerak, kostum, dan iringan musik tradisional menjadi elemen yang memperkuat penampilan Bantul di hadapan dewan juri dan penonton.
Keberhasilan meraih Juara II tingkat DIY tidak lepas dari proses latihan dan persiapan yang dilakukan secara intensif. Seluruh tim bekerja bersama untuk mempersiapkan penampilan terbaik demi membawa nama Kabupaten Bantul di tingkat provinsi. Dukungan masyarakat, pegiat budaya, serta pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bantul, khususnya bagi para pelaku seni budaya di Gilangharjo yang turut ambil bagian dalam proses kreatif kontingen. Capaian tersebut sekaligus membuktikan bahwa potensi budaya lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat regional.
Selain menjadi pencapaian dalam bidang seni, keberhasilan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarwilayah dan komunitas budaya dalam membangun kekuatan kesenian daerah. Kesenian tradisional tidak hanya hidup melalui kelompok tertentu, tetapi tumbuh melalui keterlibatan masyarakat dan dukungan lintas komunitas budaya.
Dengan raihan Juara II tingkat DIY ini, Tuti Barat Selatan bersama kontingen Kabupaten Bantul berhasil menunjukkan bahwa seni tradisional tetap memiliki daya hidup yang kuat di tengah perkembangan zaman. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjaga, merawat, dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian dari jati diri masyarakat Bantul dan Yogyakarta.