Latihan Langen Carita di Pendapa Balai Budaya Gilangharjo, Persiapan Festival Antar Wilayah se-Bantul
Gilangharjo — Pendapa Balai Budaya Kalurahan Gilangharjo menjadi pusat kegiatan latihan Langen Carita bagi wilayah barat Kabupaten Bantul dalam rangka persiapan festival antar wilayah yang akan dilaksanakan pada 14 - 15 April 2026 di Parasamya II Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. Kegiatan ini melibatkan perwakilan siswa Sekolah Dasar dari tiga kapanewon, yakni Pandak (SD N Bongsren, SD N Salam, SD N Bantulan, SD N Payungan), Srandakan ( SD N Srandakan, SD N Mangiran, SD Muh Sambeng, SD Muh Babakan, SD N Gunungsaren, SD N Koripan), dan Sanden (SD N Sorobayan, SD N Gadingharjo)
Latihan yang telah dimulai sejak akhir Maret ini dijadwalkan berlangsung secara rutin hingga mendekati hari pementasan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pendalaman cerita, olah vokal, hingga ekspresi panggung yang menjadi elemen penting dalam seni langen carita.
Sebagai tuan rumah wilayah barat, Kalurahan Gilangharjo tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga menghadirkan suasana yang kondusif bagi pengembangan kreativitas anak-anak. Pendapa Balai Budaya dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi seni, di mana para peserta dapat berlatih dengan nyaman dan terarah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya tradisional sekaligus pembinaan generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai seni lokal. Langen carita sendiri merupakan seni bertutur yang memadukan unsur sastra, teater, dan budaya Jawa, sehingga membutuhkan latihan yang intensif dan kolaboratif.
Melalui latihan bersama lintas wilayah ini, tidak hanya kemampuan individu yang diasah, tetapi juga semangat kebersamaan dan kolaborasi antar peserta dari berbagai daerah. Interaksi yang terjalin selama proses latihan turut memperkaya pengalaman serta memperluas wawasan budaya para siswa.
Penyelenggaraan latihan di Kalurahan Gilangharjo menjadi wujud komitmen pemerintah kalurahan dalam mendukung pengembangan seni dan budaya di tingkat akar rumput. Dengan menyediakan wadah yang representatif, diharapkan kegiatan seni seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya berhenti pada momentum festival, tetapi juga menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat identitas budaya lokal serta mencetak generasi yang kreatif, berkarakter, dan berbudaya.