Sosialisasi Pembangunan Irigasi Persawahan Gilangharjo Digelar, Tujuh Titik Siap Dikerjakan Juni 2026
Gilangharjo, Pemerintah Kalurahan Gilangharjo menggelar sosialisasi pembangunan irigasi persawahan pada Jumat malam, 22 Mei 2026 di Gedung Lembaga Gilangharjo. Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan kelompok tani se-Gilangharjo sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi yang akan dilakukan tahun ini.
Sosialisasi dihadiri oleh Plt Lurah Gilangharjo, Ulu-Ulu, dan staf kalurahan, serta unsur pelaksana kegiatan. Dalam forum tersebut disampaikan gambaran teknis pekerjaan, lokasi pembangunan, hingga mekanisme pelaksanaan secara swakelola bersama kelompok tani.
Ulu-Ulu Gilangharjo dalam pemaparannya menyampaikan bahwa total anggaran pembangunan irigasi tahun 2026 mencapai Rp150 juta yang akan difokuskan pada tujuh titik saluran irigasi di wilayah pertanian Gilangharjo.
Adapun titik pekerjaan meliputi wilayah Bongsren, Kadisoro, Jomboran, dan Ngaran dengan metode pengerjaan cyclops, sementara wilayah Krekah, Kadekrowo, dan Daleman akan dilakukan pembangunan berupa gorong-gorong untuk mendukung kelancaran aliran air pertanian.
“Pembangunan irigasi ini diharapkan mampu memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian warga sehingga kebutuhan pengairan sawah dapat lebih optimal, terutama saat musim tanam,” jelasnya dalam sosialisasi tersebut.
Rencana pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 30 Juni 2026. Sistem pengerjaan akan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kelompok tani setempat bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan TPBJ Kalurahan Gilangharjo.
Plt Lurah Gilangharjo, Sigit Setyawan dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan irigasi menjadi salah satu prioritas untuk mendukung ketahanan pangan dan produktivitas pertanian masyarakat Gilangharjo.
Menurutnya, keterlibatan kelompok tani dalam proses pengerjaan diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan sekaligus memastikan manfaat irigasi benar-benar dirasakan oleh petani di lapangan.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah kalurahan berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memahami mekanisme pelaksanaan pembangunan sehingga proses pekerjaan nantinya dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan selesai sesuai jadwal yang telah direncanakan.