SD Negeri Bongsren Berpartisipasi dalam Gelar Budaya Pagelaran Wayang Kulit di Kauman

02 September 2026
Administrator
Dibaca 4 Kali
SD Negeri Bongsren Berpartisipasi dalam Gelar Budaya Pagelaran Wayang Kulit di Kauman

GILANGHARJO – SD Negeri Bongsren turut berpartisipasi dalam kegiatan Gelar Budaya berupa Pagelaran Wayang Kulit yang digelar di Padukuhan Kauman RT 4, Kalurahan Gilangharjo, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Studio Radio Swaka dan menjadi bagian dari rangkaian syukuran panen sekaligus memeriahkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gelar Budaya ini terselenggara melalui kerja sama antara Kelompok Tani Ngudi Makmur, Radio Swaka, serta berbagai unsur masyarakat yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Pagelaran wayang kulit menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga dalam mensyukuri hasil panen yang telah diperoleh.

Dalam kegiatan tersebut, SD Negeri Bongsren turut ambil bagian dengan menampilkan kesenian angklung dan tari. Penampilan tersebut diikuti oleh sekitar 30 siswa dari kelas 3 hingga kelas 5. Para siswa tampil membawa semangat dan antusiasme untuk turut memeriahkan kegiatan budaya yang digelar di tengah masyarakat.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan seni yang telah mereka pelajari. Penampilan angklung dan tari menjadi bentuk nyata keterlibatan lembaga pendidikan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di lingkungan masyarakat.

Sebanyak 30 siswa yang terlibat mendapatkan pengalaman untuk tampil di hadapan masyarakat sekaligus berinteraksi dengan berbagai kelompok dan komunitas yang hadir dalam kegiatan tersebut. Melalui pengalaman ini, siswa dapat belajar mengenai keberanian tampil, kerja sama, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga dan mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi berikutnya.

Kesenian angklung dan tari yang ditampilkan SD Negeri Bongsren juga melengkapi suasana Gelar Budaya yang menghadirkan pagelaran wayang kulit sebagai pertunjukan utama. Berbagai bentuk kesenian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang budaya yang dapat dinikmati sekaligus dipelajari oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan ini juga menjadi momentum syukuran panen bagi para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Makmur. Rasa syukur atas hasil pertanian diwujudkan melalui kegiatan bersama yang memadukan unsur budaya, tradisi, kebersamaan, dan hiburan masyarakat.

Semarak peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia turut terasa dalam pelaksanaan kegiatan. Suasana kemerdekaan dipadukan dengan kegiatan budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok tani, lembaga pendidikan, komunitas budaya, Radio Swaka, hingga warga Padukuhan Kauman.

Kolaborasi antara Kelompok Tani Ngudi Makmur dan Radio Swaka dalam penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan semangat gotong royong dalam menjaga sekaligus menghidupkan tradisi di tengah masyarakat. Halaman Studio Radio Swaka menjadi ruang berkumpul berbagai elemen masyarakat untuk menikmati pertunjukan sekaligus merayakan rasa syukur atas hasil panen.

Bagi SD Negeri Bongsren, partisipasi dalam Gelar Budaya tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar lingkungan sekolah. Keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan masyarakat memberikan pengalaman yang dapat memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.

Melalui penampilan angklung dan tari yang melibatkan siswa kelas 3 hingga kelas 5, SD Negeri Bongsren turut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai sejak usia sekolah. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menjadi pelaku seni dan mengambil bagian dalam kegiatan kebudayaan di lingkungan mereka.

Partisipasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kepedulian siswa terhadap keberadaan kesenian tradisional. Dengan semakin sering dilibatkan dalam kegiatan budaya masyarakat, generasi muda diharapkan memiliki kedekatan dengan tradisi lokal dan turut menjaga keberlangsungannya di masa mendatang.

Gelar Budaya Pagelaran Wayang Kulit di Padukuhan Kauman RT 4 akhirnya menjadi momentum yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu kegiatan. Syukuran panen, semarak kemerdekaan, pertunjukan wayang kulit, serta penampilan angklung dan tari dari 30 siswa SD Negeri Bongsren berpadu dalam suasana kebersamaan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan generasi muda. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi masyarakat, kegiatan budaya di Kalurahan Gilangharjo diharapkan terus tumbuh dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, serta melestarikan warisan budaya lokal.