Peserta Pelatihan Kewirausahaan Gilangharjo Praktik Produksi Olahan Pangan, Kelompok Satriya Keswhari Terima Hibah Peralatan Usaha
Gilangharjo – Rangkaian Pelatihan Kewirausahaan bagi Angkatan Kerja Baru hasil kerja sama Pemerintah Kalurahan Gilangharjo dengan Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya memberikan pembekalan teori kewirausahaan, tetapi juga menghadirkan praktik langsung pengolahan produk pangan. Pada hari kedua dan ketiga pelatihan, peserta mulai terjun langsung dalam proses produksi berbagai olahan makanan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk usaha mandiri.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Juli 2026 di Aula Kantor Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, diikuti oleh 23 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru di Kalurahan Gilangharjo.
Pada sesi praktik hari kedua dan ketiga, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur BLKPP DIY untuk mengolah berbagai bahan pangan menjadi produk bernilai jual. Dengan memanfaatkan teknik produksi yang tepat, peserta mempraktikkan pembuatan aneka produk seperti sambal, keripik, abon, criping, rempeyek, dan berbagai olahan pangan lainnya.
Proses praktik dimulai dari tahap persiapan bahan baku, pemilihan kualitas bahan, teknik pengolahan, proses penggorengan, hingga tahap akhir berupa pengemasan produk. Peserta juga diperkenalkan dengan cara menjaga kualitas rasa, tekstur, kebersihan produk, serta perhitungan sederhana biaya produksi agar hasil olahan dapat dikembangkan menjadi produk usaha yang mampu bersaing.
Suasana pelatihan berlangsung penuh antusias. Para peserta yang sebagian besar merupakan perwakilan perempuan dari berbagai padukuhan di Kalurahan Gilangharjo terlihat aktif mengikuti setiap tahapan produksi. Mulai dari meracik bumbu sambal, mengolah bahan menjadi abon, menggoreng keripik hingga menggunakan peralatan produksi modern yang diperkenalkan selama pelatihan.
Praktik tersebut memberikan pengalaman baru bagi peserta karena tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga mengetahui secara langsung bagaimana sebuah produk pangan dibuat hingga siap dipasarkan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menciptakan inovasi produk rumahan yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan produksi, peserta yang tergabung dalam kelompok usaha Satriya Keswhari Gilangharjo juga mendapatkan hibah peralatan pendukung usaha dari BLKPP DIY. Kelompok tersebut beranggotakan perwakilan perempuan dari 15 padukuhan yang ada di Kalurahan Gilangharjo dan diharapkan menjadi wadah bersama dalam mengembangkan usaha olahan pangan masyarakat.
Bantuan peralatan yang diberikan berupa berbagai perlengkapan produksi, di antaranya kompor, wajan vakum, spinner peniris minyak, baskom, nampan, alat penggorengan, serta berbagai perlengkapan memasak lainnya. Hibah peralatan tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan usaha kelompok setelah pelatihan selesai.
Dengan adanya fasilitas produksi tersebut, Kelompok Satriya Keswhari Gilangharjo diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan saja, tetapi mampu melanjutkan kegiatan produksi secara mandiri. Peralatan yang diberikan menjadi modal awal untuk mengembangkan produk olahan pangan khas Gilangharjo sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat.
Perwakilan BLKPP DIY menyampaikan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh. Oleh karena itu, pendampingan, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pemerintah Kalurahan Gilangharjo juga mengapresiasi program tersebut sebagai bentuk sinergi pemberdayaan masyarakat antara pemerintah daerah dan pemerintah kalurahan. Melalui pelatihan keterampilan dan dukungan sarana produksi, masyarakat diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus menciptakan peluang usaha baru.
Pelatihan Kewirausahaan Angkatan Kerja Baru ini menjadi langkah awal bagi masyarakat Gilangharjo untuk mengembangkan potensi lokal di bidang pengolahan pangan. Dengan semangat kebersamaan melalui Kelompok Satriya Keswhari Gilangharjo, diharapkan akan lahir produk-produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kalurahan.
Saya susun artikel ini sebagai berita lanjutan/fokus kegiatan hari ke-2 dan ke-3, sehingga bisa dipasang berdampingan dengan artikel pembukaan dan penutupan pelatihan.