Gelar Budaya Radio Swaka Hadirkan Tradisi Wiwitan di Bulak Tambalan, Wujud Syukur dan Pelestarian Kearifan Lokal
Gilangharjo – Tradisi agraris yang telah diwariskan secara turun-temurun kembali dihidupkan melalui Gelar Budaya Radio Swaka yang bekerja sama dengan Kelompok Tani Ngudi Makmur. Kegiatan bertajuk Wiwitan ini diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 15.00 WIB di Bulak Tambalan, Padukuhan Kauman, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.
Mengusung tema "Nguri-uri Budaya Leluhur, Ngrembaka Kearifan Desa", kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus mengenalkan kembali budaya pertanian Jawa kepada generasi muda sebagai warisan yang masih relevan di tengah perkembangan zaman.
Acara berlangsung semarak dengan dihadiri berbagai unsur masyarakat yang menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga warisan budaya. Hadir mewakili Pemerintah Kalurahan Gilangharjo, Carik Gilangharjo Sigit Setyawan, S.T., didampingi Bhabinkamtibmas Kalurahan Gilangharjo, Babinsa Kalurahan Gilangharjo, Dukuh Kauman, Heru Sudibyo, S.Sos. selaku Anggota DPRD Kabupaten Bantul, jajaran Kelompok Tani Ngudi Makmur, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati area persawahan Bulak Tambalan untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi Wiwitan.
Sejak awal kegiatan dimulai, antusiasme masyarakat begitu terasa. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, para petani, hingga sesepuh desa, tampak mengikuti prosesi dengan penuh khidmat. Mereka bersama-sama mengikuti doa, menyaksikan rangkaian adat, dan menikmati suasana kebersamaan di tengah hamparan sawah yang mulai menguning menjelang musim panen. Kehadiran masyarakat yang begitu besar menjadi bukti bahwa tradisi Wiwitan masih hidup dan mendapat tempat di hati warga Kalurahan Gilangharjo.
Kehadiran pemerintah kalurahan, aparat kewilayahan, kelompok tani, serta masyarakat juga mencerminkan bahwa Wiwitan bukan sekadar seremoni adat, melainkan bagian dari kehidupan sosial yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga sekaligus mewariskan budaya lokal kepada generasi penerus.
Mewakili Pemerintah Kalurahan Gilangharjo, Carik Gilangharjo Sigit Setyawan, S.T. menyampaikan apresiasi kepada Radio Swaka FM, Kelompok Tani Ngudi Makmur, dan seluruh masyarakat yang tetap konsisten melestarikan tradisi Wiwitan.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat yang kuat di tengah kehidupan warga. Tradisi seperti Wiwitan tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
"Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat yang begitu antusias mengikuti Gelar Budaya Wiwitan. Tradisi seperti ini merupakan kekayaan budaya yang harus terus dilestarikan. Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen, Wiwitan juga mempererat tali silaturahmi, memperkuat gotong royong, serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya leluhur," ujar Sigit Setyawan.
Ia menambahkan bahwa pelestarian adat dan tradisi bukan hanya menjadi tanggung jawab para pelaku budaya, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa masyarakat Gilangharjo masih memiliki kepedulian yang tinggi terhadap warisan budaya leluhur.
"Tradisi yang terus dijaga akan menjadi identitas sekaligus kekuatan sosial dalam membangun desa yang maju tanpa meninggalkan akar budayanya," tambahnya.
Sigit juga berharap kolaborasi antara Radio Swaka FM, kelompok tani, pemerintah kalurahan, aparat kewilayahan, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga berbagai tradisi lokal di Kalurahan Gilangharjo tetap lestari, berkembang, dan mampu menjadi daya tarik budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Tradisi Wiwitan sendiri merupakan salah satu adat masyarakat Jawa yang dilaksanakan menjelang panen padi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang telah tumbuh dengan baik. Prosesi ini mengandung makna spiritual yang mendalam, sekaligus mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Melalui doa bersama, masyarakat memohon agar panen berlangsung lancar, hasilnya melimpah, serta membawa keberkahan bagi seluruh petani.
Di tengah pesatnya modernisasi sektor pertanian, pelaksanaan Wiwitan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai budaya tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Tradisi ini mengajarkan rasa syukur, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta penghormatan kepada para petani yang menjadi penopang ketahanan pangan.
Sebagai media penyiaran komunitas yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat Bantul, Radio Swaka FM 107,7 terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui berbagai program siaran maupun kegiatan budaya. Gelar Budaya Radio Swaka menjadi salah satu agenda yang secara konsisten menghadirkan tradisi-tradisi masyarakat agar tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Kolaborasi bersama Kelompok Tani Ngudi Makmur menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan masyarakat. Tradisi Wiwitan tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur menjelang panen, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga, memperkuat identitas desa, serta membuka peluang pengembangan wisata budaya berbasis pertanian.
Panorama hamparan sawah yang menguning dipadukan dengan prosesi adat yang sarat makna menghadirkan pengalaman budaya yang autentik. Kondisi tersebut menjadikan Wiwitan bukan hanya sebagai tradisi masyarakat tani, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya di Kalurahan Gilangharjo.
Melalui semangat "Nguri-uri Budaya Leluhur, Ngrembaka Kearifan Desa", Gelar Budaya Radio Swaka menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga jati diri dan warisan budayanya. Dengan terus melestarikan tradisi seperti Wiwitan, nilai-nilai luhur berupa rasa syukur, kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya akan tetap hidup, tumbuh, dan menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat Kalurahan Gilangharjo yang berkarakter, harmonis, dan berbudaya.