Pelatihan Budidaya Ikan di Gilangharjo Angkat Strategi Pemasaran Ikan Hias, Tembus Pasar Domestik hingga Internasional

15 April 2026
Administrator
Dibaca 9 Kali
Pelatihan Budidaya Ikan di Gilangharjo Angkat Strategi Pemasaran Ikan Hias, Tembus Pasar Domestik hingga Internasional

Gilangharjo, Kegiatan pelatihan budidaya ikan air tawar yang dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2025 di Meeting Point Dewi Kaji, Padukuhan Kadisoro, Kalurahan Gilangharjo, tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis budidaya, tetapi juga memperkuat wawasan pemasaran, khususnya untuk komoditas ikan hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Salah satu materi strategis dalam pelatihan ini adalah pemasaran ikan hias, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Materi tersebut disampaikan oleh praktisi ikan hias dari Dewi Kaji, Gema Ramadan, yang telah berpengalaman dalam mengembangkan jaringan pemasaran ikan hias hingga ke luar negeri.

Dalam pemaparannya, Gema Ramadan menekankan bahwa keberhasilan usaha ikan hias sangat ditentukan oleh kemampuan membaca pasar dan menjaga kualitas produk secara konsisten.

“Ikan hias itu bukan hanya soal budidaya, tapi juga soal selera pasar. Setiap jenis ikan punya segmentasi tersendiri, baik di pasar lokal maupun internasional. Pembudidaya harus peka terhadap tren dan permintaan,” jelasnya di hadapan peserta pelatihan.

Ia menjelaskan bahwa pasar domestik masih memiliki potensi besar, terutama melalui komunitas pecinta ikan hias, toko akuarium, hingga platform digital. Sementara itu, pasar internasional membuka peluang yang lebih luas dengan nilai jual yang lebih tinggi, namun juga menuntut standar kualitas yang lebih ketat, baik dari segi kesehatan ikan, ukuran, warna, hingga sistem pengemasan.

“Untuk bisa masuk pasar ekspor, pembudidaya harus memperhatikan standar karantina, teknik packing yang aman untuk pengiriman jarak jauh, serta kelengkapan dokumen. Ini yang perlu dipelajari dan dipersiapkan secara bertahap,” imbuh Gema Ramadan.

Selain itu, ia juga mendorong pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran yang efektif di era digital. Branding, dokumentasi produk yang menarik, serta konsistensi dalam pelayanan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar pembudidaya dalam bentuk kelompok atau Pokdakan untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran. Dengan skala usaha yang lebih besar, peluang untuk memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar akan semakin terbuka.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kalurahan Gilangharjo yang secara konsisten mendorong pengembangan sektor perikanan sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal. Melalui berbagai program, termasuk pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais), pemerintah kalurahan berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus membangun infrastruktur pendukung.

Di wilayah Kadisoro, pengembangan budidaya ikan hias juga diarahkan untuk mendukung potensi wisata berbasis masyarakat. Kawasan seperti Dewi Kaji diharapkan dapat menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi wisata tematik yang mengangkat keunikan budidaya ikan hias.

Pelatihan ini diikuti oleh anggota Pokdakan Mina Kaji Sejahtera serta masyarakat yang memiliki minat dalam usaha budidaya ikan. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang aktif, terutama terkait peluang ekspor dan strategi pemasaran digital.

Dengan adanya materi pemasaran ikan hias ini, diharapkan para peserta tidak hanya mampu memproduksi ikan berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan menjual dan memasarkan produk secara efektif. Hal ini menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha perikanan.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, praktisi, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendorong lahirnya pelaku usaha ikan hias yang profesional dan berorientasi pasar. Dengan langkah ini, sektor perikanan di Kalurahan Gilangharjo diharapkan mampu berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta penguatan ekonomi lokal hingga ke pasar global.