Simbar Galeng Etnic Guncang Panggung Selasa Wagen, Hadirkan Harmoni Musik Jawa dan Modern
YOGYAKARTA – Nuansa musik Jawa berpadu dengan energi musik modern mewarnai penampilan Simbar Galeng Etnic dalam gelaran Panggung Selasa Wagen, Selasa (3/11/2026). Tampil sekitar pukul 18.00 WIB di Teras Malioboro 1, kelompok musik asal Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul ini menghadirkan sajian musikal bertajuk Javanese Rhapsody yang memadukan kekuatan tradisi dengan eksplorasi musik masa kini.
Di hadapan pengunjung dan masyarakat yang menikmati suasana kawasan Teras Malioboro, Simbar Galeng Etnic menyuguhkan perpaduan gamelan Jawa, instrumen modern, serta beragam warna musik. Alunan musik tradisional yang berpadu dengan ritme dan aransemen modern menciptakan suasana pertunjukan yang dinamis, segar, dan penuh energi. Nuansa Jawa tetap terasa kuat, tetapi hadir dengan pendekatan musikal yang lebih luas dan dekat dengan selera generasi masa kini.
Penampilan ini menjadi salah satu sajian dalam rangkaian Panggung Selasa Wagen bersama sejumlah penampil lainnya. Kehadiran Simbar Galeng Etnic sekaligus membawa warna tersendiri melalui keberanian mengolah musik tradisi menjadi pertunjukan yang kreatif dan atraktif.
Kelompok ini tampil dengan semangat kolaborasi seniman muda Gilangharjo yang berasal dari latar belakang musik tradisi maupun modern. Bukan sekadar mempertemukan berbagai instrumen, Simbar Galeng Etnic membangun ruang persaudaraan dan kreativitas, tempat para musisi saling mengisi serta mengeksplorasi potensi masing-masing dalam satu sajian musik.
Penampilan tersebut didampingi langsung oleh Lurah Gilangharjo dan Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Gilangharjo, Supriyanta, S.E. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas seniman lokal sekaligus upaya memperkenalkan potensi seni budaya Gilangharjo ke ruang publik yang lebih luas.
Keikutsertaan Simbar Galeng Etnic dalam Panggung Selasa Wagen menjadi bukti bahwa potensi budaya lokal memiliki ruang untuk terus berkembang. Tradisi tidak hanya dirawat melalui pelestarian bentuk aslinya, tetapi juga dapat dihidupkan melalui kreativitas, kolaborasi, dan inovasi tanpa kehilangan akar budayanya.
Melalui Javanese Rhapsody, Simbar Galeng Etnic membawa pesan bahwa musik tradisi dan modern bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan, menghasilkan harmoni, sekaligus menjadi identitas baru kreativitas anak muda Gilangharjo.