Droping Material Dimulai Awal Oktober, 24 Titik Pembangunan Gilangharjo Ditargetkan Selesai Akhir Bulan

15 Oktober 2026
Administrator
Dibaca 6 Kali
Droping Material Dimulai Awal Oktober, 24 Titik Pembangunan Gilangharjo Ditargetkan Selesai Akhir Bulan

GILANGHARJO – Pemerintah Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, melaksanakan program pembangunan infrastruktur melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Pembangunan Partisipatif Masyarakat Kalurahan (P2MK) Tahun Anggaran 2026. Kedua program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan dan mendukung kebutuhan masyarakat di berbagai padukuhan.

Pelaksanaan program mencakup pembangunan talud, drainase, cor blok, serta penerangan lingkungan. Sebanyak 24 titik kegiatan direncanakan melalui dua sumber pendanaan tersebut, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp543 juta. Proses droping material telah dimulai pada awal Oktober 2026, dengan target seluruh pekerjaan selesai pada akhir Oktober 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kalurahan Gilangharjo dalam mendorong pemerataan pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Selain meningkatkan kualitas sarana dan prasarana lingkungan, pembangunan tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta menciptakan lingkungan yang lebih tertata.

Program Pembangunan Partisipatif Masyarakat Kalurahan (P2MK) Tahun Anggaran 2026 memiliki total alokasi anggaran sebesar Rp275.000.000, yang dialokasikan untuk 13 titik kegiatan pembangunan.

Kegiatan dalam program P2MK meliputi pembangunan talud, drainase, cor blok, dan penerangan lingkungan. Berbagai pekerjaan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di padukuhan sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas yang digunakan masyarakat.

Melalui pembangunan talud dan drainase, program ini diharapkan dapat mendukung penataan lingkungan dan pengelolaan aliran air. Sementara itu, pembangunan cor blok dan penerangan lingkungan ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, serta keamanan aktivitas masyarakat.

Pendekatan partisipatif menjadi salah satu unsur penting dalam program ini. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan sekaligus mendorong pemeliharaan fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun Anggaran 2026 memiliki total alokasi anggaran sebesar Rp268.000.000, yang diperuntukkan bagi 11 titik kegiatan pembangunan.

Pembangunan melalui program BKK mencakup pekerjaan talud, cor blok, dan penerangan lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang mendukung aktivitas masyarakat di wilayah Kalurahan Gilangharjo.

Peningkatan kualitas jalan lingkungan melalui pembangunan cor blok diharapkan dapat membantu kelancaran mobilitas warga. Adapun pembangunan talud dan penerangan lingkungan diharapkan mampu mendukung penataan kawasan serta menunjang kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Pelaksanaan program BKK juga memerlukan koordinasi antara pemerintah kalurahan, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), unsur kewilayahan, dan masyarakat agar pekerjaan berjalan sesuai perencanaan serta ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan pembangunan melalui kedua program tersebut menggunakan mekanisme swakelola dengan melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan masyarakat setempat. Tahapan pekerjaan mencakup persiapan, pengadaan dan droping material, pengerjaan fisik, hingga pemeriksaan hasil pekerjaan.

Droping material telah dimulai pada awal Oktober 2026. Dengan tahapan pelaksanaan yang telah direncanakan, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026. Target tersebut membutuhkan koordinasi yang baik antara pelaksana kegiatan, penyedia material, dan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar.

Dalam pelaksanaannya, ketepatan waktu tetap perlu diimbangi dengan kualitas pekerjaan dan kesesuaian terhadap spesifikasi teknis. Pengawasan serta pemeriksaan hasil pekerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Pemerintah Kalurahan Gilangharjo juga mendorong transparansi dalam pelaksanaan program melalui penyampaian informasi kegiatan kepada masyarakat. Keterlibatan unsur kewilayahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK), dan tokoh masyarakat diharapkan dapat mendukung pengawasan partisipatif sesuai tugas dan peran masing-masing.

Pelaksanaan program BKK dan P2MK Tahun Anggaran 2026 menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan infrastruktur di Kalurahan Gilangharjo. Dengan total 24 titik kegiatan dan alokasi anggaran sebesar Rp543 juta, pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai padukuhan.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan sesuai target waktu, tetapi juga dari kualitas hasil pembangunan dan keberlanjutan pemanfaatannya. Oleh karena itu, dukungan masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun menjadi bagian penting setelah pekerjaan selesai.

Melalui pelaksanaan yang terencana, pengawasan yang baik, dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kalurahan Gilangharjo berharap pembangunan melalui BKK dan P2MK dapat berjalan optimal. Penyelesaian pekerjaan sesuai target akhir Oktober 2026 diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan infrastruktur sekaligus mendukung peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Gilangharjo.