Program Macapat Radio Swaka : Merawat Tradisi Jawa Lewat Udara Setiap Selasa Malam
Program “Macapat Radio Swaka”: Merawat Tradisi Jawa Lewat Udara Setiap Selasa Malam
Gilangharjo — Upaya pelestarian budaya tak selalu harus berlangsung di panggung megah atau ruang pertunjukan formal. Di Kauman, Gilangharjo, pelestarian budaya justru mengalir melalui udara—melalui gelombang Radio Swaka 107.7 FM dalam program unggulan mereka: “Macapat Radio Swaka”.
Program ini hadir setiap minggu pada Selasa malam, menghadirkan lantunan 11 tembang macapat secara lengkap. Para pelantun membawakan cakepan (lirik) pakem sesuai aturan klasik, dan juga carangan (gubahan) modern yang disesuaikan dengan isu sosial, budaya, maupun peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan. Pendekatan ini membuat macapat tidak hanya menjadi tradisi yang dilestarikan, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman.
Acara ini dipandu oleh Drs. Budi Sutrisno, M.Hum., seorang akademisi, budayawan, dan penggiat macapat yang dengan piawai menjembatani nilai-nilai sastra Jawa klasik kepada pendengar dari berbagai usia. Di dalam program ini, beliau menjelaskan filosofi tembang, makna kandungan teks, hingga nilai-nilai moral yang terkandung dalam setiap pupuh yang dilantunkan.
Program “Macapat Radio Swaka” tidak berjalan sendirian. Acara ini diikuti dan dihidupkan oleh paguyuban seniman serta pecinta macapat dari komunitas Radio Swaka. Mereka berperan sebagai pelantun, penembang, hingga penyusun gubahan carangan yang kreatif dan penuh pesan.
Membuka Ruang untuk Generasi Muda
Hadirnya program macapat ini tidak hanya bertujuan sebagai hiburan budaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pewarisan nilai. Radio Swaka berharap agar generasi muda Gilangharjo dan sekitarnya semakin tertarik dan berani terlibat dalam nguri-uri budaya Jawa, khususnya tradisi macapat yang kaya filosofi kehidupan.
Dengan berkembangnya teknologi dan arus budaya modern, Radio Swaka ingin menegaskan bahwa macapat bukan tradisi yang harus ditinggalkan. Justru, ia bisa menjadi ruang ekspresi baru yang menemukan relevansinya di era digital.
Menandai Kehadiran Paguyuban Macapat Gilangharjo
Melalui siaran rutin ini, Radio Swaka sekaligus memberi tahu publik bahwa di wilayah Gilangharjo terdapat sebuah paguyuban macapat yang aktif dan solid. Paguyuban ini menjadi tempat berkumpulnya para penembang lintas usia—mulai dari generasi sepuh hingga generasi muda yang baru belajar.
Keberadaan paguyuban ini memperkuat posisi Gilangharjo sebagai Kalurahan Mandiri Budaya, yang tidak hanya merawat seni tradisi, tetapi juga menjadikannya bagian hidup dari masyarakat.
Macapat Mengudara, Tradisi Tak Pernah Padam
Dengan konsistensi siaran dan dukungan komunitas, “Macapat Radio Swaka” telah menjadi salah satu program budaya paling ikonik di Gilangharjo. Lantunan tembang, petuah bijaksana, dan nilai-nilai luhur yang disiarkan setiap Selasa malam menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Melalui gelombang 107.7 FM, Radio Swaka membuktikan bahwa tradisi tidak akan padam selama ada yang merawat, menembang, dan menghayatinya—baik di panggung, di rumah, maupun di udara.