Tak Sekadar Tradisi, Nyadran Agung Gunung Tambalan Putar Roda Ekonomi Masyarakat

09 Februari 2026
Wartawan Kalurahan
Dibaca 11 Kali
Tak Sekadar Tradisi, Nyadran Agung Gunung Tambalan Putar Roda Ekonomi Masyarakat

Gilangharjo, Pelaksanaan Nyadran Agung di Makam Gunung Tambalan, Gilangharjo, pada 8 Februari 2026 siang tidak hanya menjadi ruang pertemuan spiritual dan budaya, tetapi juga menghadirkan denyut ekonomi yang terasa kuat di tengah masyarakat. Sejak pagi hari, puluhan penjaja UMKM lokal sudah terlihat bersiap di sekitar kawasan makam, menata dagangan dan menunggu kedatangan peziarah serta pengunjung yang mengikuti rangkaian acara.

Keramaian yang tercipta dari tradisi tahunan ini menjadi berkah tersendiri bagi warga. Lapak-lapak sederhana berjejer di sepanjang akses menuju lokasi, menjajakan aneka makanan tradisional, minuman, jajanan pasar, hingga kebutuhan ringan bagi para peziarah. Aktivitas jual beli mulai menggeliat bahkan sebelum acara inti dimulai, menandai bahwa Nyadran Agung telah lama menjadi momentum ekonomi yang dinanti masyarakat setempat.

Bagi para pelaku UMKM lokal, kehadiran ratusan pengunjung menjadi peluang penting untuk meningkatkan pendapatan. Sejumlah pedagang mengaku sengaja datang lebih awal agar mendapatkan tempat strategis. Mereka memanfaatkan momen berkumpulnya masyarakat dari berbagai wilayah untuk menawarkan produk rumahan yang menjadi ciri khas warga sekitar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Nyadran tidak hanya memiliki nilai spiritual dan kebudayaan yang kuat, tetapi juga berfungsi sebagai atraksi budaya yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Tradisi yang menghadirkan banyak orang dalam satu waktu menciptakan perputaran uang yang nyata, dari pembelian makanan, minuman, hingga produk kecil lainnya yang dijajakan warga.

Kehadiran UMKM dalam pelaksanaan Nyadran Agung menjadi bukti bahwa tradisi leluhur memiliki dampak berlapis. Di satu sisi, masyarakat menjalankan nilai-nilai spiritual melalui doa, ziarah, dan penghormatan kepada leluhur. Di sisi lain, kegiatan ini juga membuka ruang ekonomi yang inklusif, memberi kesempatan bagi warga untuk ikut merasakan manfaat secara langsung.

Dengan demikian, Nyadran Agung Makam Gunung Tambalan tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga berkembang menjadi poros penggerak ekonomi masyarakat lokal. Tradisi yang dijaga turun-temurun ini mampu menciptakan keseimbangan antara nilai spiritual, kebersamaan sosial, dan keberlangsungan ekonomi warga di sekitarnya.