Kelompok Wanita Tani Nusa Indah Bongsren Siapkan Lahan Baru, Perkuat Ketahanan Pangan dari Tingkat Warga

09 Februari 2026
Wartawan Kalurahan
Dibaca 14 Kali
Kelompok Wanita Tani Nusa Indah Bongsren Siapkan Lahan Baru, Perkuat Ketahanan Pangan dari Tingkat Warga

Gilangharjo, Semangat gotong royong tampak nyata di lahan pertanian milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Nusa Indah, Bongsren, pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Sejak pagi hari, seluruh pengurus dan anggota KWT berkumpul untuk membuat bedengan baru yang akan ditanami cabai, sebagai bagian dari upaya memperkuat produktivitas pertanian skala rumah tangga.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Babinsa Gilangharjo, Serda Mulyono dan Sertu Joni, yang bersama warga terjun langsung membantu proses pengolahan tanah. Dengan alat sederhana, para anggota KWT bersama aparat TNI bahu-membahu membentuk bedengan, menggemburkan tanah, serta menyiapkan lahan agar siap ditanami.

Kehadiran Babinsa tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat lokal. Proses pembuatan bedengan dilakukan secara gotong royong, menunjukkan kolaborasi yang erat antara warga dan aparat dalam mendukung kegiatan produktif di bidang pertanian.

Ketua dan seluruh pengurus KWT Nusa Indah tampak aktif terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Bagi mereka, pembuatan bedengan baru ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan hasil tanam, khususnya komoditas cabai yang memiliki nilai ekonomi cukup stabil dan menjadi kebutuhan pokok rumah tangga.

Selain sebagai kegiatan bercocok tanam, aktivitas ini juga menjadi ruang pemberdayaan bagi para perempuan di wilayah Bongsren. Melalui KWT, para anggota tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui hasil panen yang nantinya dapat dimanfaatkan sendiri maupun dijual.

Dengan penambahan bedengan baru, KWT Nusa Indah berharap produktivitas lahan semakin meningkat dan mampu mendukung program ketahanan pangan di tingkat kalurahan. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan pagi itu menjadi bukti bahwa pertanian skala komunitas masih menjadi kekuatan penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.