Pemkab Bantul Terbitkan Surat Edaran Gerakan Penimbangan Balita Serentak 2026, Kalurahan Gilangharjo Siap Laksanakan Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Gilangharjo – Pemerintah Kabupaten Bantul terus memperkuat komitmen dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program strategis. Salah satunya dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih Nomor B/400.7.1/00590/DINKES tentang Gerakan Penimbangan Balita Serentak se-Kabupaten Bantul Tahun 2026. Surat edaran tersebut ditetapkan pada 27 Januari 2026 sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pemantauan tumbuh kembang anak di seluruh wilayah Bantul, termasuk Kalurahan Gilangharjo.
Gerakan penimbangan balita serentak ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta Surat Edaran Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting di daerah. Program ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memastikan setiap balita mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkala dan terukur.
Dalam surat edaran tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan penimbangan balita serentak akan berlangsung selama Bulan Februari dan Bulan Agustus Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang valid dan akurat terkait kondisi kesehatan, status gizi, serta pertumbuhan balita di Kabupaten Bantul. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan intervensi stunting secara konvergen, terpadu, dan berkelanjutan.
Sasaran dari surat edaran ini mencakup Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten, Tim Pembina PKK Kabupaten, Panewu, Kepala Puskesmas, Lurah, serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kabupaten Bantul. Seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan informasi kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua yang memiliki balita, agar datang ke posyandu sesuai jadwal yang telah ditentukan di masing-masing wilayah.
Adapun rangkaian kegiatan dalam gerakan penimbangan balita serentak meliputi penimbangan berat badan, pengukuran panjang atau tinggi badan, pengukuran lingkar lengan atas, pengukuran lingkar kepala, serta pemberian Vitamin A. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui kondisi tumbuh kembang anak secara dini, sehingga apabila ditemukan indikasi masalah gizi atau pertumbuhan, dapat segera dilakukan penanganan yang tepat.
Selain pelaksanaan di posyandu, Panewu, Puskesmas, serta TP-PKK Kalurahan juga diharapkan dapat bersinergi dengan kader posyandu untuk melakukan kunjungan rumah bagi balita yang tidak hadir saat jadwal penimbangan. Langkah ini dilakukan agar tidak ada balita yang terlewat dalam pendataan maupun pemantauan kesehatannya.
Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Carik Gilangharjo, Sigit Setyawan, S.T., memerintahkan tim media kalurahan agar melakukan publikasi himbauan ini secara masif dan efisien kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai media informasi kalurahan, yakni website dan media sosial, serta koordinasi dengan para dukuh dan kader di tingkat padukuhan, agar pesan penting terkait penimbangan balita serentak dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Gilangharjo yang memiliki balita.
Langkah publikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat untuk membawa anak-anak mereka ke posyandu sesuai jadwal. Dengan informasi yang tersampaikan secara luas hingga ke tingkat padukuhan, diharapkan tidak ada balita yang terlewat dalam kegiatan pemantauan kesehatan dan pertumbuhan.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan data yang akurat serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat. Partisipasi orang tua dalam membawa balita ke posyandu menjadi kunci penting dalam memastikan tumbuh kembang anak terpantau sejak dini, sehingga generasi masa depan dapat tumbuh sehat, kuat, dan berkualitas.